Sabtu, 31 Agustus 2013

PMP.

Pengertian Manajemen Pendidikan


Jika ditinjau dari segi bahasa, manajemen berasal dari kata, "to manage" yang berarti mengurus, mengatur, melaksanakan, dan mengelola. sedangkan dari terminologisnya. Sebab, terdapat begitu banyak ahli yang memberikan pengertian terhadap manajemen, dan definisi yang berbeda-beda.
Dari berbagai definisi manajemen tersebut dapat dijelaskan bahwa manajemen pendidikan adalah proses perencanaan, perorganisasian, pengarahan, dan pengendalian usaha-usaha personal pendidikan dalam mendayagunakan semua sumber daya untuk mencapai tujuan pendidikan.
Menurut Prof. Dr. H.A.R Tilaar, M.sc., Ed., majemen pendidikan adalah suatu kegiatan yang mengimplikasikan adanya perencanaan atau rencana pendidikan dan kegiatan implementasinya. Menurutnya, manajemen pendidikan nasional sangatlah penting. Sebab, pendidikan tidak hanya kebutuhan dasar manusia indonesia tetapi juga menjadi salah satu dinamisator pembangunan itu sendiri. Dengan demikan, manajemen pendidikan harus menjadi subsistem dari sistem manajemen pembangunan nasional.

Konsep-konsep Manajemen Pendidikan


Sistem pendidikan indonesia tidak lagi sentralistik dan terpusat namun beralih pada sistem dsentralisasi, dengan sistem ini segala hal yang berhubungan dengan pendidikan berada dalam kewenangan daerah tidak lagi tergantung kepada pemerintah pusat.
Sejak diterapkannya dsentralisasi pendidikan, muncul beberapa konsep manajemen yang selalu mengalami perbaikan dan perubahan atau metamorfosis dari masa ke masa.
Contoh konsep yang terlahir dari diterapkannya disentralisasi adalah sebagai berikut : 
  
1. Total Quality Manajemen (TQM) in Education

 Total Quality Manajemen adalah suatu konsep manajemen dengan totalitas penekanannya bertumpu terhadap mutu atau kualitas, TQM terus mengalami evolusi menjadi semakin matang dan mengalami diversifikasi untuk aplikasi di bidang manufaktur, industri, jasa, kesehatan, bahkan dalam dunia pendidikan. TQM dalam perkembangannya digunakan sebagai suatu pendekatan untuk mengelola suatu organisasi pendidikan hal ini dimaksudkan untuk mengarahkan segala sumber pendidikan dengan titik tekan pada kualitas atau mutu secara menyeluruh demi tercapainya tujuan yang diinginkan 

2. Landasan Total Quality Manajemen (TQM)
  
 Penerapan TQM mempunyai latar belakang dan landasan : 
  • TQM adalah suatu  pendekatan dalam menjalankan usaha untuk memaksimalkan daya saing melalui penyempurnaan tehadap produk, jasa, manusia, proses, dan lingkungan organisasi
  • TQM ialah suatu sistem menajemen yang berfokus pada orang yang bertujuan untuk meningkatkan kepuasan custumer secara terus menurus dan berkelanjutan
  • TQM adalah cara mengelola organisasi secara menyeluruh agar memperoleh keunggulan pada semua dimensi dari produk dan jasa yang penting bagi pelanggan
Pada prisipnya TQM mengutamakan kepuasan pelanggan yang dalam pelaksanaannya selalu ada penyempurnaan dan perbaikan secara terus menerus. 

3. Kelebihan TQM 

Tidak ada yang sempurna di dunia ini baik manusia maupun benda atau buah pemikiran yang dihasilkan oleh manusia, demikian halnya dengan konsep TQM yang di implementasikan dalam konteks pendidikan sekilas tampak begitu perfect.
TQM lahir dengan konsep yang menjanjikan suatu perubahan, yang orientasinya pada kualitas dengan titik fokus pada pelanggan dan akan selalu ada perbaikan berkesinambungan didalam prosesnya.
Walaupun demikian pada setiap keunggulan-keunggulan yang ditawarkan TQM tidak dinegasikan keberadaan titik lemah dan kekurangannya.

  • Kualitas selalu di utamakan dan ditingkatkan baik dalam proses pelayanan maupun outcome hasil pendidikan
  • Pelanggan dalat memperoleh yang telah diharapkannya
  • Perbaikan dilakukan secara terus menerus dan tidak akan pernah berakhir
  • Tidak ada status quo dalam implementasi TQM 
  • Peranan pemimpin lembaga pendidikan begitu penting
  • Seluruh staff berkerjasama tanpa pandang bulu untuk saling membantu (TeamWork)


Fungsi-fungsi Manajemen Pendidikan 


Sebagaimana manajemen pada umumnya, manajemen pendidikan juga memiliki fungsi yang sama, yakni perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, pengawasan.Agar pendidikan dapat berjalan efektif, efisien, dan menghasilkan output yang berkualitas, manajemen pendidikan pun harus tertata dengan baik.


1. Perencanaan
   Fungsi perencanaan mereupakan kegiatan untuk menetapkan pekerjaan yang harus dilakukan oleh suatu kelompok demi tercapainya tujuan yang telah digariskan.dalam pelaksanaannya, perencanaan memerlukan pemikiran tentang segala hal yang akan dikerjakan, seperti mengapa, bagaimana, dimana suatu kegiatan akan dilaksanakan, serta siapa yang terlibat dan bertanggung jawab terhadap pekerjaan tersebut.

2. Perorganisasian
    Perorganisasian adalah proses pembagian kerja ke dalam tugas-tugas kecil, membebankan tugas-tugas itu kepada orang yang sesui dengan kemampuannya, mengalokasukan sumber daya, dan mengkoordinasikannya demi efektivitas pencapaian tujuan organisasi.

3. Pengarahan 
    Pengarahan ditujukan untuk membimbing bawahan agar menjadi pegawai(staf) yang mempunyai pengetahuan dan keahlian memadai, serta bisa bekerja secara efektif untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan oleh organisasi. pada dasarnya, pengarahan berkaitan dengan beberapa hal seperti  berikut :

 -Motivasi
motivasi adalah sesuatu yang mendorong seseorang untuk bertindak atau berperilaku tertentu dan menjadi faktor yang sangat penting dalam mendukung prestasi kerja.

-Komunikasi
Komunikasi ialah proses penyampaian pesai dari seseorang atau kelompok kepada oranglain. manajer atau pemimpin harus berkomunikasi dengan bawahannya.

-Dinamika kelompok
Dalam sebuah organisasi terdapat kelompok formal dan informal. kelompok dobentuk untuk mengerjakan tugas-tugas yang diperlukan. sedangkan kelompok informal terbentuk karena adanya kepentingan karyawan (interest group) dan persahabatan (friendship group)

-Kemempimpinan
Kepemimpinan sangat berkaitan dengan pelaksanaan tugas dan hubungan antarmanusia. dalam dunia pendidikan, kepemimpinan diemban oleh kepala sekolah. Dan, syarat minimalnya ialah harus mempunyai kemampuan dalam menjalankan tugas, serta dalam membina hubungan baik dengan semua personal sekolah. 

4. Pengawasan
    Pengawasan sangat diperlukan untuk melihat dan mengevaluasi sejauh mana hasil yang telah tercapai. istilah pengawasan bisa diartikan atau disamakan dengan "pengendalian" yang diperlukan untuk memastikan bahwa suatu aktivitas atau kegiatan dapat berjalan sesuai dengan yang direncanakan.


Daftar Pusaka :
-S. Shoimatul Ula. Tentang : Buku Pintar Teori-Teori Manajemen Pendidikan Efektif