MANAJEMEN PERUBAHAN
2. Definisi Manajemen Perubahan
Manajemen
Perubahan adalah upaya yang dilakukan untuk mengelola akibat-akibat
yang ditimbulkan karena terjadinya perubahan dalam organisasi.
Perubahan dapat terjadi karena sebab-sebab yang berasal dari dalam
maupun dari luar organisasi tersebut. Manajemen perubahan merupakan
suatu proses secara sistematis dalam menerapkan pengetahuan, sarana dan
sumber daya yang diperlukan untuk mempengaruhi perubahan pada orang yang
akan terkena dampak dari perubahan tesebut.
1. Pengertian Manajemen Perubahan
Manajemen perubahan adalah suatu
proses secara sistematis dalam menerapkan pengetahuan, sarana, dan sumber daya
yang diperlukan untuk mempengaruhi perubahan pada orang yang akan terkena
dampak dari proses tersebut (Potts dan LaMarsh, 2004:16).
2.
Mitos Manajemen Perubahan
Mitos manajemen perubahan dikemukakan
Potts dan LaMarsh adalah sebagai berikut:
- Orang akan selalu menerima perubahan.
- Manajer tahu bagaimana mengelola perubahan.
- Perubahan pasti terjadi, tidak harus dikelola.
3.
Pentingnya Manajemen Perubahan
Perubahan merupakan suatu fenomena yang pernah terjadi dalam kehidupan
organisasi, meskipun banyak yang berpendapat bahwa kecepatan dan besaran
perubahan telah meningkat secara signifikan beberapa tahun belakangan ini. Oleh
karena itu, kita melihat bahwa dalam waktu yang relatif pendek, kebanyakan
orgaisasi dan pekerjanya telah menglamai perubahan secara subtansial tentang
apa yang mereka lakukan dan bagaimana mereka melakukannya (Burnes, 200:250).
4.
Pendekatan Manajemen Perubahan
Terdapat dua pendekatan utama untuk manajemen perubahan yaitu:
- Planned Change (Perubahan Terencana)
Bullock dan Batten (Burnes, 200:272) mengemukakan bahwa untuk melakukan
perubahan terencana perlu dilakukan empat fase tindakan yaitu sebagai berikut:
a. Exploration phase (fase eksplorasi).
b. Planning phase (fase perencanaan).
c. Action phase (fase tindakan).
d. Integration phase (fase integrasi).
- Emergent Approach (Pendekatan Darurat)
Emergent
approach memberikan arahan dengan melakukan penekanan pada lima
gambaran organisasi yang dapat mengembangkan atau menghalangi keberhasilan
perubahan yaitu sebagai berikut:
1.
Organizational structure (struktur
organisasi).
2.
Organizational culture (budaya
organisasi).
3.
Organizational learning (organisasi
pembelajaran).
4.
Manajerial behaviour (perilaku
manajerial).
5.
Power and politics (kekuatan
dan politik).
Dalam
melakukan emergent change, Pettigrew dan Whipp (Burnes, 2000:294)
mengusulkan model untuk mengelola perubahan strategis dan operasional dengan
melibatkan lima faktor yang saling berkaitan yaitu sebagai berikut:
1.
Environmental assesment (penelusuran
lingkungan).
2.
Leading change (memimpin
perubahan).
3.
Linking strategic and operational change
(menghubungkan perubahan strategis dan operasional).
4.
Human resources sebagai assets
dan liabilities (sumber daya manusia sebagai kekuatan dan beban).
B. Model Manajemen Perubahan
Burnes (2000:462) mengemukakan bahwa perubahan organisasional dapat
dilihat sebagai produk dari tiga proses organisasi yang bersifat interpenden
antara lain:
1.
The Choice Process (Proses
Pilihan)
The
choice process terdiri dari tiga elemen yaitu sebagai berikut:
a.
Organizational context (konteks
organisasional).
b.
Focus of choice (fokus
pilihan).
c.
Organizational Trajectory (Lintasan
organisasional).
2.
The Trajectory Process (Proses
Lintasan)
The
trajectory process terdiri dari tiga elemen berikut:
a.
Vision (visi).
b.
Strategy (strategi).
c.
Change (perubahan).
3.
The Change Processs (Proses
Perubahan)
Proses
perubahan terdiri dari tiga elemen yang saling berhubungan yaitu sebagai
berikut:
a.
Objectives and Outcomes (Tujuan
dan Manfaat)
Burnes
(2000:470) mempunyai empat pendekatan yaitu:
1.
The Trigger (Pemicu)
Organisasi harus hanya
menginvestigasikan perubahan untuk salah satu alasan yaitu visi dan strategi
perubahan menyoroti kebutuhan untuk perubahan, kinerja saat ini mengindikasi
bahwa seberapa masalah atau kepentingan muncul, dan peluang yang timbul secara
potensial menawarkan manfaat yang penting bagi organisasi.
2.
The Remit (Pembatalan)
Hal ini harus dinyatakan dengan jelas alasan untuk pengukuran, tujuan, skala waktu, dan siapa yang harus dilibatkan serta dikonsultasikan. The remit harus menekankan kebutuhan untuk fokus pada aspek manusia sebanyak pertimbangan teknis dilibatkan.
3.
The assesment team (Tim
Pengukuran)
Dalam
hal ini, tim ini harus besifat multi disiplin, yang terdiri perwakilan dari
bidang yang berpengaruh (manajer dan staf), staf spesialis (keuangan, teknis,
dan personil).
4.
The Assesment (Pengukuran)
Tugas
pertama asement team adalah me-review dan jika perlu
mengklarifikasi atau mengamandemen pembatalan.
b.
Planning The Change (Merencanakan
Perubahan)
Berikut
adalah enam kegiatan yang saling berkaitan dalam melakukan proses perencanaan
dan perubahan yaitu:
1.
Establishing a change management team (membentuk
tim manajemen perubahan).
2.
Management structure (struktur
manajemen).
3.
Activity planning (perencanaan
aktivitas).
4.
Commitment planning (perencanaan
komitmen).
c.
People
Terdapat
tiga kegiatan yang berhubungan dengan manusia yang perlu dilakukan untuk
melakukan perubahan yaitu:
1.
Menciptakan Keinginan untuk Berubah
Dengan
maksud mencapai hal ini ada empat langkah yang harus dilakukan organisasi yaitu
sebagai berikut:
a.
Membuat orang peduli terhadap perubahan.
b.
Memberikan umpan balik secara reguler
terhadap proses kinerja invidual dan bidang kegiatan di dalam organisasi.
c.
Mempublikasikan keberhasilan perubahan.
d.
Memahami ketakutan dan kepentingan
orang.
2.
Melibatkan Orang
Tipe
keterlibatan orang dalam proses perubahan mempunyai dua faktor utama yaitu
sebagai berikut:
a.
Menciptakan proses komunikasi reguler
dan efektif.
b.
Membuat orang terlibat dalam proses
perubahan dan membuat mereka bertanggung jawab untuk itu.
3.
Melanjutkan Momentum
Organisasi harus
melakukan hal sebagai berikut:
a.
Memberikan dukungan pada agen perubahan.
b.
Mengembangkan kompetensi dan
keterampilan baru.
c.
Memperkuat perilaku yang diinginkan.
C.
Perubahan oleh Manajer Menengah
1.
Masalah
Inisiatif peubahan yang bedampak pada bidang tanggung jawab organisasi
lain, antara lain apabila perubahan berkaitan dengan proses atau sistem baru,
perpindahan pelayanan dari manajer lain atau pengambilan konsep produk baru.
Apabila
inisiatif perubahan berasal dari manajer tingkat menengah, mungkin akan
menghadapi berbagai masalah berkenaan dengan posisinya tersebut. Tantangan
antara lain datang dari:
1. Atasannya
kurang konservatif dan mungkin sangat efisien.
2. Rekan
sekerja setingkat namun dapat mempengaruhi atasan, yang mungkin aktivitasnya
akan terpengaruh oleh perubahan.
3. Rekan
sekerja dalam bidang sumber daya manusia yang sebagian kegiatannya terpengaruh
oleh perubahan.
4. Anak
buah sendiri yang tampaknya ingin melanjutkan apa yang tekah merea kerjakan.
5. Personil
yang kebetulan menjadi anggota komite.
6. Eksekutif
kepala dan manajer kunci dalam bisnis unit yang tampakanya tidak mendukung
pelatihan.
7. Kepala
staf unit lain yang diketahui tidak tahu apa-apa.
8. Eksekutif
kepala yang mengetahui bahwa perubahan berarti memberikan akses informasi
strategi lebih banyak.
9. Bagian
organisasi lainnya yang oposisinya tidak akan menghambat perubahan.
2.
Gaining a Champion (Memanfaatkan
Juara)
Champion
adalah individu yang mengeluarkan gagasan untuk produk atau jasa baru dan
melakukan apapun yang dapat dilakukan dalam kekuasaannya untuk memastikan
keberhasilan inovasi. Dengan secara aktif mempromosikan gagasan,
mengomunikasikan, dan memberikan inspirasi pada orang lain tentang visi mereka
tentang potensi inovasi, champion dapat membantu organisasi menyadari
potensi dari inovasi (Hussey, 200:136).
3.
Specialist Task Forces (Gugus
Tugas Spesialis)
Manajer
tingkat menengah, dalam melakukan perubahan di samping dapat memanfaatkan champion,
dapat pula membentuk gugus tugas yang terdiri dari spesialis dari berbagai
bidang keahlian.
Andrew
Pettigrew membagi tahapan peranan gugus tugas spesialis yang dibentuk dalam
proses perubahan dalam tiga fase yaitu conception (konsepsi), pioneering
(perintisan), dan self-doubt (keraguan diri) (Hussey,2000:138).
Pada
konsep conceptual, seorang sponsor pengambil inisiatif perubahan dapat
merekrut manajer baru, yang kemudian membentuk dan mengelola tim spesialis,
yang dapat bersumber dari internal maupun eksternal organisasi.
Pada
fase pioneering, kelompok baru mempunyai antusiasme besar, biasanya
dengan pengikutsertaan dan komitmen kelompok. Seringkali kebersamaan kelompok
membuat mereka tampak berbeda dari bagian organisasi lainnya. Kadang-kadang
kelompok ditempatkan terpisah dari aktivitas utama bisnis.
Fase self-doubt
dimulai ketika proses diagnosis selesai dan rencana untuk proses baru
memengaruhi keseluruhan organisasi.
D.
Peran dan Tanggung Jawab
Di dalam menjalankan manajemen perubahan dikenal adanya pemeran utama
sehingga menyangkut pula tanggung jawab yaitu disebut sebagai berikut (Potts
dan LaMarsh, 2004:62-92):
1. Change Advocates
Langkah
pertama yang dilakukan change advocate adalah mencari sponsor, yang
dapat menunjuk seseorang menjadi change agent dan mengusahakan sumber
daya dan mendukung perubahan agar benar-benar terjadi.
2. Sponsor
Sponsor harus mengalami perubahan, mengelola atau mengawasi perubahan,
dan berhubungan dengan orang yang terkena dampak perubahan. Dengan demikian,
tanggung jawab seorang sponsor adalah:
a. Memahami keadaan yang
diinginkan dan dampak yan didapat pada tenaga kerja.
b. Mengelola dan mengawasi
perubahan.
c. Sponsor berkaitan dengan
orang yang terkena pengaruh perubahan.
Namun, adakalanya sponsor enggan bekerja sama biasanya karena tiga alasan
berikut:
a. Sponsor tidak setuju dengan
perubahan yang diusulkan.
b. Sponsor setuju dengan
perubahan, tetapi tidak memiliki sumber daya yang diperlukan oleh perubahan.
c. Sponsor setuju dengan
perubahan, tetapi tidak mempunyai cukup waktu untuk mendukung yang baik.
3. Change Agents
Sponsor
meminta change agent untuk memahami pada tingkat strategis bagaimana
perubahan akan membuat perubahan bisnis dan membuatnya lebih baik. Sebaliknya,
target memerlukan change agent menjelaskan semua hal tentang perubahan
dengan cara yang mereka paham, dan target ingin mendapat penjelasan dari change
agent bahwa perubahan beharga bagi mereka.
Pekerjaan
change agent adalah merencanakan dan mengimplementasikan perubahan atas
namanya sendiri. Kadang-kadang peran sponsor dan change agent dijalankan
oleh orang yang sama.
4. Targets
Target adalah sesorang yang harus berubah. Sering dikira bahwa target
adalah kelompok kecil orang, dimana perubahan akan mempunyai dapak besar. Akan
tetapi, sebenarnya target termasuk orang di luar organisasi, seperti pelanggan.
Target dapat mengajukan perubahan keberatan apabila tidak diberi
kesempatan berpartisipasi dalam perubahan. Jika sponsor bersikap positif terhadap target dan berusaha melibatkan
mereka dalam perubahan, keberatan mungkin kurang terjadi.
5. Stakeholders
Masing-masing
peran sponsor, change agent, dan target saling bergantung satu sama
lainnya. Jika sponsor tidak membuat keputusan untuk berubah atau mengusahakan
sumber daya yang diperlukan untuk perubahan, agen perubahan tidak mempunyai
aktivitas perubahan untuk dikerjakan dan targetnya tidak ada.
Sama
halnya jika target tidak berubah, pekerjaan sponsor dan agen perubahan akan
sia-sia. Oleh karena itu, kita harus sepakat dan mendefinisikan tentang
tanggung jawab dan tindakan yang bersamaan dengan masing-masing peran.
Mereka
semua yang terlibat dan dipengaruhi oleh perubahan juga dinamakan stakeholder,
termasuk semua sponsor, change agent, dan target. Kadang-kadang, stakeholder
dipakai sebagai pengganti kata target.
Pentingnya Manajemen Perubahan
-
Misi perubahan,
-
Perubahan strategis,
-
Operasional perubahan (termasuk perubahan Struktural),
-
Perubahan teknologi,
Mengubah
sikap dan perilaku personil, Sebagai praktek multidisiplin yang telah
berkembang sebagai hasil dari penelitian ilmiah, Manajemen Perubahan
Organisasi harus dimulai dengan diagnosis sistematis situasi saat ini
dalam rangka untuk menentukan baik kebutuhan untuk berubah dan kemampuan
untuk berubah.Tujuan, isi, dan proses perubahan semua harus ditentukan
sebagai bagian dari rencana Manajemen Perubahan.
Mengubah
proses Manajemen dapat mencakup pemasaran kreatif untuk memungkinkan
komunikasi antara penonton berubah, tetapi juga pemahaman sosial yang
mendalam tentang gaya kepemimpinan dan dinamika kelompok. Sebagai trek
terlihat pada proyek transformasi, Manajemen Perubahan Organisasi
sejalan harapan kelompok , berkomunikasi, mengintegrasikan tim dan
mengelola pelatihan orang. Ini membuat penggunaan metrik kinerja,
seperti hasil keuangan, efisiensi operasional, komitmen kepemimpinan,
efektivitas komunikasi, dan kebutuhan yang dirasakan perubahan untuk
desain strategi yang tepat, untuk menghindari kegagalan mengubah atau
mengatasi proyek perubahan bermasalah.
Daftar pustaka:
http://jeffy-louis.blogspot.com/2011/01/manajemen-perubahan.html
http://situsilmiah.blogspot.com/2012/01/manajemen-perubahan-disusun-oleh-ari.html
Daftar pustaka:
http://jeffy-louis.blogspot.com/2011/01/manajemen-perubahan.html
http://situsilmiah.blogspot.com/2012/01/manajemen-perubahan-disusun-oleh-ari.html
Tidak ada komentar:
Posting Komentar