Jumat, 13 Desember 2013

BAB 12

MONITORING



   A. Pengertian Monitoring (Pemantauan) 
Banyak istilah yang berkaitan dengan monitoring seperti correcting, evaluating, dan supervision. Istilah-istilah tersebut digunakan sebagai alat controlling atau pengawasan. Monitoring dan evaluasi merupakan aktivitas pengawasan yang pada keduanya dimiliki tujuan yang sama yaitu untuk memastikan keberhasilan program.
Monitoring adalah upaya manajer melakukan pemantauan terhadap lapangan untuk melihat dan memastikan kegiatan tersebut sudah berjalan atau belum,  dalam perjalanan kegiatan tersebut apakah ada hambatan dan bagaimana solusi menangani hambatan tersebut. Dunn (2000) menjelaskan bahwa pemantauan atau monitoring merupakan prosedur analisis kebijakan yang digunakan untuk memberikan informasi tentang sebab akibat dari kebijakan.
 
 
   B.  Fungsi Monitoring (Pemantauan)
Pemantauan memiliki dua fungsi pokok, yaitu untuk mengetahui kesesuaian pelaksanaan program dengan rencana program dan untuk mengetahui seberapa pelaksanaan program yang sedang berlangsung dapat diharapkan untuk menghasilkan perubahan yang diinginkan. Dan fungsi yang kedua adalah untuk mengetahui peluang terjadinya perubahan, baik perubahan yang positif ataupun yang negatif. Bila terjadi adalah hal-hal yang negatif, maka pemantau dapat mencari penyebabnya  dan menentukan langkah-langkah perbaikannya. Tentunya akan jauh lebih baik bila dapat segera mencegah hal-hal yang negatif sebagai akibat yang ditimbulkan dari suatu pelaksanaan program.
 
   C.   Sasaran Monitoring (Pemantauan)
Sasaran pemantauan adalah menemukan hal-hal berikut.
1.      Sejauh mana pelaksanaan program telah sesuai dengan pelaksanaan program.
2.      Sampai seberapa jauh pelaksanaan program telah menunjukan tanda-tanda tercapainya tujuan program.
3.      Apakah terjadi dampak tambahan atau lanjutan yang positif meskipun tidak direncanakan .
4.      Apakah terjadi dampak sampingan yang negatif, merugikan, dan kegiatan yang mengganggu.
Temuan dampak sampingan negatif dan merugikan perlu ditindak lanjuti dengan upaya mengurangi atau meniadakannya sama sekali bila mungkin. Sebaliknya, terjadinya hal tak terduga yang positif perlu diikuti dengan upaya untuk lebih mengintensifkannya.
 
   D.Teknik dan Alat Monitoring (Pemantauan)
Adapun teknik dan alat pemantauan adalah sebagai berikut.
1.      Teknik pengamatan partisipatif dengan menggunakan lembar pengamatan, catatan lapangan, dan alat perekan elektronik. Pengamatan partisipatif adalah bahwa pengamatan dilakukan oleh orang yang terlibat secara aktif dalam proses pelaksanaan program.
2.      Teknik wawancara, secara bebas atau berstruktur dengan alat pedoman wawancaradan perekam wawancara. Wawancara terstruktur adalah wawancara yang sepenuhnya dipandu oleh pedoman wawancara.
3.      Teknik pemanfaatan dan analisis data dokumentasi seperti daftar hadir, suatu pelajaran, hasil karya siswa, hasil karya guru, dan sebagainya.
     Pengamatan sangat cocok untuk merekam data tentang perilaku, aktivitas, dan proses-proses lainnya. Dengan pengamatan dapat direkam pula data kualitatif. Wawancara diperlukan untuk mengungkap data yang hanya dapat diungkap dengan kata-kata secara lisan oleh sumbernya. Data yentang sikap, pendapat, wawasan, dapat diungkap dengan teknik wawancara. Catatan lapangan sangat cocok untuk mencatat data kualitatif, kasus istimewa, atau untuk melukiskan suatu proses. 
 
   E. Pelaku Pemantauan
Pemantauan program dilakukan oleh evaluator bersama dengan pelaku / praktisi atau pelaksana program. Dapat pula dilengkapi atau dibantu oleh pihak lain yang diperlukan seperti kepala sekolah dan tokoh masyarakat.
 
. 
F.Perencanaan Pemantauan
Perencanaan pemantauan meliputi aspek-aspek sebagai berikut.
1.      Perumusan tujuan pemantauan, berisi informasi tentang apa yang diinginkan, untuk siapa, untuk kepentingan apa.
2.      Penetapan sasaran pemantauan, apa yang akan dijadikansebagai objek pemantauan. Contoh : kesulitan belajar dan jenis-jenis kesalahan konsepsi matematika yang masih dialami para siswa.
3.      Penjabaran data yang dibutuhkan pemantauan, penjabaran dari sasaran. Contoh : guru perlu dapat memilah kesalahan karena kecerobohan atau ketidaktelitian dengan kesalahan karena kurang memahami makna dan cara penyelesaian soal.
4.      Penyiapan metode / alat pemantau sesuai dengan sifat objek dengan sumber atau jenis data. Contoh : guru menyiapkan tugas berupa soal yang harus dikerjakan oleh setiap siswa. Kertas atau buku yang berisi pekerjaan siswa akan menjadi sumber data utama. Dari pekerjaan itulah guru akan mengidentifikasi bagian mana dari bahan ajar matematika yang baru saja diajarkan, tetapi masih banyak belum yang dipahami, jenis kesalahan apa yang pada umumnya masih dilakukan oleh para siswa.
5.      Perancangan analisis data pemantauan dan pemaknaannya dengan berorientasi pada tujuan pemantauan. Contoh : dalam analisis nantinya akan dilakukan pengelompokan jenis-jenis kesalahan untuk menjadi bahan pertimbangan dalam memberikan pembelajaran remedial, terutama pada sejumlah siswa yang memang masih mengalami kesulitan dalam memahami pelajaran.
  

daftar pustaka:
Prof Dr. H. Engkoswara, M. Ed., Dr. Hj. Aan Komariah, M. Pd, Administrasi Pendidikan (Bandung: Alfabeta, 2011), hal: 219

Tidak ada komentar:

Posting Komentar