Dasar-dasar Perencanaan:
A. Perencanaan, Manajemen, dan Administrasi
-Perencanaan menurut pakar ahli:
menurut Prof. Dr. Yusuf Enoch.
Perencanaan Pendidikan adalah suatu proses yang mempersiapkan seperangkat alternatif keputusan bagi kegiatan masa depan yang diarahkan kepada pencapaian tujuan dengan usaha yang optimal dan mempertimbangkan kenyataan-kenyataan yang ada dibidang ekonoomi, sosial budaya, serta meyeluruh suatu negara.
menurut Beeby C.E
Perencaan Pendidikan adalah suatu usaha melihat ke masa depan dalam hal menentukan kebijaksanaan prioritas, dan biaya pendidikan yang mempertimbangkan kenyataan kegiatan yang ada dalam bidang ekonomi, sosial, dan politik untuk mengembangkan potensi system pendidikan nasional memenuhi kebutuhan dan bangsa anak didik yang dilayani oleh system tersebut.
-Manajemen menurut pakar ahli:
Secara khusus dalam konteks pendidikan, Djam’an Satori (1980) memberikan pengertian manajemen pendidikan dengan menggunakan istilah administrasi pendidikan yang diartikan sebagai “keseluruhan proses kerjasama dengan memanfaatkan semua sumber personil dan materil yang tersedia dan sesuai untuk mencapai tujuan pendidikan yang telah ditetapkan secara efektif dan efisien”. Sementara itu, Hadari Nawawi (1992) mengemukakan bahwa “administrasi pendidikan sebagai rangkaian kegiatan atau keseluruhan proses pengendalian usaha kerjasama sejumlah orang untuk mencapai tujuan pendidikan secara sistematis yang diselenggarakan di lingkungan tertentu terutama berupa lembaga pendidikan formal.
Jadi dapat disimpulkan bahwa Manajemen pendidikan adalah suatu penataan bidang garapan pendidikan yang dilakukan melalui aktivitas perencanaan, pengorganisasian, penyusunan staf, pembinaan, pengkoordinasian, pengkomunikasian, pemotivasian, penganggaran, pengendalian, pengawasan, penilaian dan pelaporan secara sistematis untuk mencapai tujuan pendidikan secara berkualitas/bermutu.
-Administrasi
Administrasi pendidikan tersusun dari dua kata yakni administrasi dan pendidikan. Secara etimologi kata administrasi berasal dari bahasa Latin yaitu “ad” yang berarti kepada dan “ministro” yang berarti melayani. Secara garis besar dan bebas kata administrasi dapat diartikan dengan pengabdian atau pelayanan terhadap suatu objek tertentu.Secara istilah Administrasi adalah upaya pencapaian tujuan secara efektif dan efisien dengan memanfaatkan orang-orang dalam suatu pola kerjasama. Di dalam pengertian tersebut, kata efektif merujuk kepada hal yang telah menjadi tujuan dan dihasilkan adalah sama dengan tujuan yang ditetapkan sebelumnya. Sedangkan kata efisien merujuk pada penggunaan dan pemanfaatan sumberdaya, dana, material, tenaga dan waktu secara ekonomis.
B. Konsep dasar perencanaan
I.Pengertian Perencanaan
Perencanaan pada hakekatnya adalah proses pengambilan keputusan atas sejumlah alternatif (pilihan) mengenai sasaran dan cara-cara yang akan dilaksanakan di masa yang akan datang guna mencapai tujuan yang dikehendaki serta pemantauan dan penilaiannya atas hasil pelaksanaannya, yang dilakukan secara sistimatis dan berkesinambungan.
II. Tujuan Perencanaan
- Standar pengawasan, yaitu mencocokan pelaksanaan dengan perencanaan.
- Mengetahui kapan pelaksanaan dan selesainya suatu kegiatan.
- Mengetahaui siapa yang terlibat (struktur organisasinya) baik kualifikasinya maupun kuantitasnya.
- Mendapatkan kegiatan yang sistematis termasuk biaya dan kualitas pekerjaan.
- Memimalkan kegiatan-kegiatan yang tidak produktif dan menghemat biaya, tenaga dan waktu.
- Memberikan gambaran yang menyeluruh mengenai kegiatan pekerjaan.
- Menyerasikan dan memadukan beberapa subkegiatan
- Mendeteksi hambatan kesulitan yang bakal ditemui.
- Mengarahkan pada pencapaian tujuan.
III. Manfaat Perencanaan
Adapun manfaat dari perencanaan yaitu:
- Standar pelaksanaan dan pengawasan
- Pemilihan sebagai alternatif terbaik.
- Penyusunan skala prioritas , baik sasaran maupun kegiatan
- Menghemat pemanfaatan sumber daya organisasi.
- Membantu manajer menyesuaikan diri dengan perubahan lingkungan.
- Alat memudahakan dalam berkoordinasi dengan pihak terkait.
- Alat meminimalkan pekerjaan yang tidak pasti.
IV. Proses Perencanaan
Proses perencanaan menurut Banghart & Trull melalui tahapan sebagai berikut :
- Pendahuluan
- Mengidentifikasi permasalahan pendidikan
- Analisis area masalah perencanaan
- Penyusunan konsep dan rencana
- Mengevaluasi rencana
- Menentukan rencana
- Penerapan rencana
- Rencana unpan balik
C. Konsep Dasar Perencanaan Pendidikan
A. Pengertian1. Perencanaan :Perencanaan adalah proses yang berkelanjutan, bertahap dan tertata rapi. Artinya perencanaan tidak bersifatmutlak, kaku tetapi ada peluang untuk perbaikan dansisipan kebijakan baru. Dengan demikian perencanaan adalah proses yang berkelanjutan dalam rangka menyempurnakan aktifitas untuk mewujudkan tujuan bersama.
Karena pada dasarnya manajer yang harus mempunyai banyak konsep tetang manajemen termasuk didalamnnya mempunyai visi dan misi, dan membangun kedua hal tersebut agar berjalan sesuai dengan tujuan bersama. Visi dan misi merupakan hasil dari perencanaan yang baik dan matang. Dengan demikian perencanaan adalah proses yang berkelanjutan dalam rangka menyempurnakan aktifitas untuk mewujudkan tujuan bersamaDefinisi perencanaan pendidikan dibahas paling tidak ada empat hal sebagai berikut : pertama tujuan, apakah yang akan dicapai denganperencanaan itu? Kedua, status posisi system pendidikanyang ada, bagaimanakah keadaan yang ada sekarang?Ketiga, kemungkinan pilihan alternative kebijakan dan prioritas untuk mencapai tujuan. Keempat, strategi.
B. Ruang Lingkup
C. Tujuan Perencanaan Pendidikan
D. Manfaat Perencanaan Pendidikan
E. Fungsi Perencanaan Pendidikan
daftar pustaka:
http://kuliahnyata.blogspot.com/2013/04/pengertian-dan-fungsi-perencanaan.html
http://blog.student.uny.ac.id/lujengtris/2012/11/26/pengertian-manajemen-pendidikan/
https://www.facebook.com/Gudangmaterikuliah/posts/479074692120776
http://yusrizalfirzal.wordpress.com/2010/11/11/konsep-dasar-perencanaan/
http://ahmadhusain99.blogspot.com/2012/11/perencanaan-sistem-pengajaran-pai.html
http://www.scribd.com/doc/72385257/15/B-Analisis-Posisi-Perencanaan-Pendidikan
http://hamdan300blogspot.blogspot.com/2012/01/perencanaan-menuju-perkembangan.html
Karena pada dasarnya manajer yang harus mempunyai banyak konsep tetang manajemen termasuk didalamnnya mempunyai visi dan misi, dan membangun kedua hal tersebut agar berjalan sesuai dengan tujuan bersama. Visi dan misi merupakan hasil dari perencanaan yang baik dan matang. Dengan demikian perencanaan adalah proses yang berkelanjutan dalam rangka menyempurnakan aktifitas untuk mewujudkan tujuan bersamaDefinisi perencanaan pendidikan dibahas paling tidak ada empat hal sebagai berikut : pertama tujuan, apakah yang akan dicapai denganperencanaan itu? Kedua, status posisi system pendidikanyang ada, bagaimanakah keadaan yang ada sekarang?Ketiga, kemungkinan pilihan alternative kebijakan dan prioritas untuk mencapai tujuan. Keempat, strategi.
B. Ruang Lingkup
- Diawali kajian hasil dari perencanaan pengembangan dan pendidikan sebelumnya.
- Rumusan tentang tujuan umum perencanaan sebagaiarah dan pedoman kegiatan.
- Pengembangan program
- Penjadwalan (scheduling)
- Proses legelasi dan aparat pelaksana termasukkegiatan monitoring dan controlling
C. Tujuan Perencanaan Pendidikan
- Menyajikan rancangan keputusan-keputusan untuk disetujuai pejabat tingkat atas sampai ke tingkat nasional.
- Menyediakan pola kegiatan-kegiatan yang matang untuk dipedomani dari satuan unit terkecil, siapa yang bertanggung jawab.
- Menyajikan fakta dan kebenaran agar dapat diterima olehstake holder .
- Menentukan tindakan yang akan dilakukan yang ber orientasi pada masa depan
D. Manfaat Perencanaan Pendidikan
- Sebagai petunjuk kegiatan dalam mencapai tujuan
- Sebagai pola dasar mengatur wewenang dan tanggung jawab
- Sebagai pedoman kerja bagi setiap unit kerja
- Sebagai alat ukur, efektive tidaknya suatu pekerjaan
- Sebagai bahan pertimbangan pembobotankeseimbangan kerja
- Pengontrol dan penghemat waktu, tenaga, dan biaya
E. Fungsi Perencanaan Pendidikan
- Sebagai pola dan petunjuk pengambilan keputusan dankebijakan untuk mencapai tujuan
- Sebagai pedoman atau pengendalian pelaksanaan pendidikan
- Menghindari adanya penggunaan sumber daya yangtidak efisien / pemborosan.
- Sebagai alat pengembangan dan penjaminan mutu pendidikan
- Memenuhi dan mewujudkan akuntabilitas lembaga pendidikan
- Mencari alternatif untuk kegiatan pembangunanpendidikan masa depan
D. Analisis
Posisi Perencanaan Pendidikan
Perencanaan pendidikan
pada dasarnya berpusat pada tiga komponen utama, yaitu:
1. Apakah yang harus dicapai?
2. Bagaimanakah perencanaan itu dimulai?
3. Bagaimanakah cara mencapai yang harus dicapai itu?
Pertanyaan pertama, mempersoalkan tujuan yang merupakan titikusaha yang harus dicapai. Tujuan adalah arah yang mempersatukankegiatan pembangunan, tanpa tujuan kegiatan pembangunanpendidikan akan tidak terarah dan tidak terkendalikan. Tujuan merupakan cita-cita dan merupakan hal yang absolut dan tidak dapat ditawar.
Pertanyaan pertama, mempersoalkan tujuan yang merupakan titikusaha yang harus dicapai. Tujuan adalah arah yang mempersatukankegiatan pembangunan, tanpa tujuan kegiatan pembangunanpendidikan akan tidak terarah dan tidak terkendalikan. Tujuan merupakan cita-cita dan merupakan hal yang absolut dan tidak dapat ditawar.
Pertanyaan kedua,
mempersoalkan titik berangkat pembangunansebab pembangunan harus dimulai dari
titik berangkat yang pastidalam arti tidak dimulai dari nol sama sekali tapi
dimulai dari tingkat yang telah dicapai selama ini. Titik berangkat haruslah
ditentukan berdasarkan evaluasi atau kajian terhadap apa yang telah
diperbuatbukan apa yang harus diperbuat.
Pertanyaan ketiga,
merupakan alternatif cara atau upaya untukmencapai tujuan dari titik berangkat yang
telah ditentukan itu. Upayaini dapat saja berbentuk pendekatan, kebijakan atau
bahkan strategiyang kemungkinannya amat banyak tergantung kepada kemampuanuntuk
memilih mana yang paling tepat dan efektif untuk mencapaitujuan tersebut.
E.Mekanisme Perencanaan Pendidikan
Perencanaan pendidikan terdiri atas beberapa jenis ,tergantung dari sisi mana dilihat nya .dari tinjauan tataran yang dan cakupan nya ,perencanaan pendidikan ada yang bersifat nasional atau makro, dan ada pula yang bersifat daerah atau regional ,ada juga yang bersifat lokal dan ada pula yang bersifat kelembagaan atau institusional bahkan operasional.
Perencanaan pendidikan pada tingkat nasional mencakup seluruh usaha pendidikan untuk mencerdaskan atau membangun bangsa termasuk seluruh jenjang ,jenis, dan isinya. Pembangunan sektor pendidikan di indonesia di atur dalam perencanaan pendidikan yang bersifat nasional ini.
Perencanaan pendidikan regional adalah perencanaan pada tingkat daerah provinsi dan /atau, kabupaten/kota yang mencakup seluruh jenis dan jejnjang untuk daerah atau provinsi itu .dan lebih di kenal dengan sistem wilayah.Perencanaan pendidikan lokal adalah perencanaan yang mencakup berbagai kegiatan untuk kota atau kabupaten atau satuan wilayah yang lebih terbatas dan tertentu saja.
Ditinjau dari segi metodologi ,perencanaan pendidikan itu dapat disebut rational dan systematik planing karena perencanaan ini menggunakan prinsip prinsip dan teknik teknik berpikir sistematis dan rasional ilmiah .prinsip system dan rational jelas terlihat dalam planning seperti di atas .pada kenyataan saat ini ,kebanyakan negara berkembang saat ini terdapat kesenjangan antara the myth planning the dan realty of the plan.kesenjangan ini terutama di sebabkan oleh keengganan administrator dan politisi untuk terlalu terikat kepada planning yang sudah ada ,karena Rational planning ternyata terlalu ketat hingga planning kehilangan kemampuan nya untuk merespon.
Perencanaan pendidikan regional adalah perencanaan pada tingkat daerah provinsi dan /atau, kabupaten/kota yang mencakup seluruh jenis dan jejnjang untuk daerah atau provinsi itu .dan lebih di kenal dengan sistem wilayah.Perencanaan pendidikan lokal adalah perencanaan yang mencakup berbagai kegiatan untuk kota atau kabupaten atau satuan wilayah yang lebih terbatas dan tertentu saja.
Ditinjau dari segi metodologi ,perencanaan pendidikan itu dapat disebut rational dan systematik planing karena perencanaan ini menggunakan prinsip prinsip dan teknik teknik berpikir sistematis dan rasional ilmiah .prinsip system dan rational jelas terlihat dalam planning seperti di atas .pada kenyataan saat ini ,kebanyakan negara berkembang saat ini terdapat kesenjangan antara the myth planning the dan realty of the plan.kesenjangan ini terutama di sebabkan oleh keengganan administrator dan politisi untuk terlalu terikat kepada planning yang sudah ada ,karena Rational planning ternyata terlalu ketat hingga planning kehilangan kemampuan nya untuk merespon.
daftar pustaka:
http://kuliahnyata.blogspot.com/2013/04/pengertian-dan-fungsi-perencanaan.html
http://blog.student.uny.ac.id/lujengtris/2012/11/26/pengertian-manajemen-pendidikan/
https://www.facebook.com/Gudangmaterikuliah/posts/479074692120776
http://yusrizalfirzal.wordpress.com/2010/11/11/konsep-dasar-perencanaan/
http://ahmadhusain99.blogspot.com/2012/11/perencanaan-sistem-pengajaran-pai.html
http://www.scribd.com/doc/72385257/15/B-Analisis-Posisi-Perencanaan-Pendidikan
http://hamdan300blogspot.blogspot.com/2012/01/perencanaan-menuju-perkembangan.html
Tidak ada komentar:
Posting Komentar