Rabu, 25 September 2013

bab 4. II

Bentuk-Bentuk atau Jenis-Jenis Pengambilan Keputusan

Jenis Pengambilan Keputusan

Pada dasarnya jenis pengambilan keputusan di bagi menjadi dua jenis, yaitu:
   1.  Keputusan terprogram
Keputusan terprogram adalah suatu berkaitan dengan persoalan yang sudah diketahui sebelumnya, keputusan ini menggunakan teknik dan standar tertentu dalam menangani urusan rutin dan dapat diprogram secara otomatis. Keputusan terstruktur terjadi dan dilakukan terutama pada manjemen tingkat bawah.
Contoh: keputusan pemesanan barang, keputusan penagihan piutang, dan lain-lain.
    2. Keputusan tidak terprogram
Keputusan tidak terprogram adalah persoalan baru (tidak diketahui sebelumnya), parameter rumit (tidak tersedia), mengandalkan intuisi dan pengalaman, tidak melibatkan permasalahan rutin yang memerlukan solusi secara rinci pada situasi yang ada.
keputusan yang tidak terjadi berulang-ulang dan tidak selalu terjadi. Keputusan ini terjadi di manajemen tingkat atas.Informasi untuk pengambilan keputusan tidak terstruktur tidak mudah untuk didapatkan dan tidak mudah tersedia dan biasanya berasal dari lingkungan luar.
Contoh : Pengalaman manajer merupakan hal yang sangat penting didalam pengambilan keputusan tidak terprogram. Keputusan untuk bergabung dengan perusahaan lain adalah keputusan tidak terstruktur yang jarang terjadi.
  
Pengambilan Keputusan Manajerial
 
A. Pendekatan Pengambilan keputusan
 
1.Rasionalitas
·         Manajer membuat pilihan yang konsisten dan memaksimalkan nilai dengan kendala tertentu.
·         Asumsi bahwa pengambil keputusan : rasional, objektif, dan logis.
·         Mendefinisikan masalah dengan hati-hati dan mengidentifikasi seluruh alternatif yang mungkin.
·         Memiliki sasaran yang jelas dan tertentu,
·         Akan memilih alternatif yang memaksimalkan hasil untuk kepentingan organisasi daripada kepentingan pribadinya.
Asumsi rasionalitas
-Masalahnya jelas dan tidak bermakna ganda
- Sasaran tunggal yg didefinisikan secara baik   dan harus dicapai
- Seluruh alternatif dan konsekuensinya diketahui
- Preferensi jelas
- Preferensi konstan dan stabil
- Tidak ada kendala waktu dan biaya
- Pilihan terakhir akan memaksimalkan hasil
Asumsi tersebut akan mengarah ke pengambilan keputusan yang rasional

2.Rasionalitas terbatas
·         Manajer membuat keputusan rasional tetapi dibatasi oleh kemampuan seseorang untuk memproses informasi.
·         Konsep bahwa manajer mengambil keputusan paling logis yang mungkin dalam berbagai jendala berupa keterbatasan informasi dan kemampuan

 3.Intuisi
Peranan intuisi:


Proses pengambilan keputusan berdasarkan pengalaman, perasaan, dan penilaian yang terakumulasi.
 
B. Jenis Masalah dan Keputusan 
  Terdapat beberapa jenis keputusan dalam proses pengambilan keputusan.Berdasarkan keputusan yang harus diambil oleh level manajemen di perusahaan jenis keputusan terdiri atas:

1. Keputusan Strategis, adalah keputusan yang dibuat oleh manajemen puncak dalam sebuh perusahaan.

2. Keputusan taktis, adalah keputusan yang dibuat oleh manajemen menengah

3. Keputusan operasional, adalah keputusan yang dibuat oleh tingkat manajemen yang paling bawah, misalnya operator mesin di lantai produksi.
Berdasarkan tersedianya pemecahan masalah, jenis keputusan yang biasanya muncul adalah:


• Keputusan Terprogram. Keputusan ini berkaitan dengan kebiasaan, aturan, dan prosedur. Dalam hal ini kondisi yang dihadapi semuanya dapat diketahui dengan pasti.

• Keputusan tidak terprogram. Keputusan tidak terprogram ini adalah keputusan yang tidak mempunyai suatu aturan yang baku, tergantung pada jenis masalahnya. Biasanya, masalah yang membutuhkan keputusan tidak terprogram ini terjadinya tidak dapat diprediksi. 
• Keputusan tidak terstruktur.disebut tidak terstruktur karena tidak diketahui pemecahannya karena ketidakjelasan masalahnya.\
C. Kondisi Pengambilan Keputusan
  1. Kepastian (certainty)
Keadaan ideal  dimana manajer dapat membuat keputusan yang tepat/akurat karena hasil dari seluruh pilihan alternatif keputusan sudah diketahui.
  2. Risiko (risk)
Sebuah situasi dimana manajer mampu memperkirakan kemungkinan hasil tertentu dari pilihan alternatif keputusan tertentu.
 3. Ketidakpastian (uncertainty)
Situasi dimana pengambil keputusan tidak memiliki perkiraan kemungkinan yang pasti atau masuk akal.
 
D. Gaya Pengambilan Keputusan 

1. Gaya Direktif
-Cenderung bersifat efisien, logis, pragmatis, dan sistematis dalam memecahkan masalah
-Berfokus pada fakta dan penyelesaian masalah secara lebih cepat
-Cenderung berfokus jangka pendek
-Gemar menggunakan kekuasaan, ingin mengontrol, secara umum menggambarkan kekeuasaan yang otokratik

2. Gaya Analitik
-Hasil keputusan didasarkan atas inputan hasil analisis
-Lebih banyak mempertimbangkan beragam informasi dan alternetif dibandingkan gaya direktif
-Pengambilan keputusan diambil dalam jangka waktu agak lama
-Menggambarkan pemimpin yang otokratik

3. Gaya Konseptual
-Memecahkan masalah dengan pandangan yang luas
-Suka mempertimbangkan banyak pilihan dan kemungkinan masa depan
-Melibatkan banyak orang untuk memperoleh beragam informasi dan banyak menggunakan intuisi dalam peng keputusan
-Berani mengambil resiko dan seringkali menemukan solusi yang kreatif
-Ketidakpastian dalam pengambilan keputusan

4. Gaya Perilaku
-Cenderung bekerja dengan orang lain dan terbuka dalam pertukaran pendapat
-Cenderung menerima saran, sportif dan bersahabat
-Suka informasi yang verbal dan menghindari konflik serta peduli pada kebahagiaan org lain
-Terkadang, keputusannya tidak tegas dan sulit mengatakan tidak jika keputusan tersebut akan berdampak kerugian pada orang lain.
 
 daftar pustaka : 
-http://degung-wira.blogspot.com/2012/10/4-gaya-pengambilan-keputusan.html\
-http://babayuuu.blogspot.com/2012/11/jenis-keputusan.html
-http://selalucintaindonesia.wordpress.com/2012/04/11/jenis-pengambilan-keputusan/
-P. Robbins Stephen, Coulter Mary, Management eight edition, ( Terjemahan oleh Harry Slamet Manajemen Edisi kedelapan ), PT INDEKS, 2009

Tidak ada komentar:

Posting Komentar